4 Desa Wisata Kerajinan di Yogyakarta

Keris Banyusumurup

Desa Wisata Yogyakarta – Konsep desa wisata di Indonesia sebenarnya sudah banyak dimulai, namun dulu lebih banyak munculnya desa wisata lebih karena seni dan budaya bukan dikarenakan faktor bisnis maupun pengembangannya. Terutama di Yogyakarta, banyak sekali desa pengrajin yang pada akhirnya dikukuhkan sebagai desa wisata sekaligus destinasi bagi para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Bagi yang belum pernah tahu, bahwa ada begitu banyak sentra kerajinan yang kemudian dijadikan desa wisata di Yogyakarta, maka sebaiknya segera bergegas untuk pergi ke Yogyakarta. Kota pelajar yang pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia pada jaman dahulu.

Berikut ini 4 Desa Wisata Kerajinan di Yogyakarta yang bisa kalian kunjungi:

Desa Kerajinan Keris Banyusumurup

Keris sebagai senjata asli Indonesia adalah sebuah warisan budaya yang bukan hanya dikenal di tanah jawa saja, tapi Keris dikenal di berbagai daerah mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Madura, Bali, hingga Lombok.

Di pulau jawa, atau Yogyakarta pada khususnya dikenal sebuah desa penghasil keris, yaitu Banyu sumurup. Desa ini terletak kurang lebih sekitar 22 kilometer di sebelah selatan dari pusat kota Yogyakarta. Lokasi sentra kerajinan keris ini berdekatan dengan pemakaman raja raja Mataram,yaitu Imogiri. Untuk menuju kesana, Setelah sampai di pasar Imogiri, anda akan menemukan pertigaan jalan. Ambil arah ke kanan. Kurang lebih 1 km dari pertigaan jalan itu anda akan sampai di wilayah Desa Banyusumurup.

Desa Kerajinan keris

Desa Wisata Manding

Jika di Jawa Barat ada Cibaduyut dan di Jawa Timur terdapat Tanggulangin sebagai sentra industri kulit, Yogyakarta juga memiliki sentra industri kulit, yakni Manding. Berada di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Manding Sabdodadi, Bantul, kawasan ini telah dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit sejak tahun 1957.

Kerajinan kulit Manding pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970an hingga 1980an. Walaupun tidak sejaya dulu, tetapi saat ini kerajinan kulit Manding masih menjadi sentra desa wisata kerajinan kulit di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kawasan Manding memiliki sekitar 40 usaha kulit tradisional yang dikerjakan oleh ratusan warga sekitar. Kawasan Manding bisa disamakan dengan kawasan Cibaduyut yang berada di Bandung Jawa Barat.

Desa Wisata Kerajinan Kulit Manding berada d sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju Pantai Parangtritis. Akses menuju Manding mudah karena Jalan Parangtritis ini dilalui oleh banyak kendaraan umum seperti bis. Atau jika mengendarai kendaraan pribadi, maka perjalanan ke Manding akan lebih mudah.

Kerajinan Kulit Desa Wisata Manding

Sentra Kerajinan tatah Sungging

Sentra kerajinan kulit wayang tatah sungging Yogyakarta, bisa ditemukan di dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo, Kasihan – Bantul. Bermula dari sebuah seorang penatah sungging wayang kulit yang bernama Atmo Sukarto atau lebih dikenal dengan nama Pak Pujo, yang mendirikan sanggar kesenian sebagai wadah bagi warga sekitar pada tahun 1929.

Sanggar tatah sungging yang didirikan oleh Pak Pujo perlahan melahirkan banyak pengrajin wayang kulit. Sehingga kemudian berkembang menjadi sebuah lingkungan seni kerajinan, namanya pun tersebar ke semua penggemar wayang, dikarenakan kualitas hasil kerajinannya. Selain itu, sanggar ini pun melahirkan banyak penari wayang orang.

Wayang Kulit Tatah Sungging

Sentra Kerajinan Perak Kotagede

Kerajinan Perak adalah sebuah logam transisi lunak, putih, mengkilap, perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral dan dalam bentuk bebas. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak termasuk logam mulia seperti emas. Perak termasuk dalam golongan logam mulia karena sifatnya yang tidak bisa mengalami proses korosi, meski masih bisa mengalami proses oksidasi.

Sejak ditemukan kurang lebih 6000 tahun yang lalu, perak di kagumi karena kelembutannya, warnanya yang putih dan berkilau. Perak pada saat awal ditemukan digunakan sebagai alat pemurni, dan desinfektan. Selanjutnya penggunaan perak secara luas adalah sebagai hadiah, atau perhiasa karena sifatnya sebagai jenis logam yang paling reflektif, sebuah budaya yang diawali di kawasan eropa pada beberapa ratus tahun yang lalu sebagai hadiah pernikahan.

Kerajinan Perak Kotagede

Itulah 4 desa wisata kerajinan yang bisa dikunjungi saat berwisata ke Yogyakarta. Jangan lupa beli yang banyak untuk oleh-oleh, sekaligus memberi dampak ekonomi untuk para pengrajin 😉

Salam wisata.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: