5 Tips Mewarnai Kain Tekstil Sendiri

Tips Mewarnai Kain Tekstil Sendiri

Kain adalah salah satu bahan paling favorit di dalam dunia kerajinan, banyak sekali jenis kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tekstil, meski kebanyakan berkutat di wilayah aksesoris dan pakaian. Anda mungkin pernah berpikir ketika membuka lemari pakaian anda dan terdapat banyak sekali pakaian lama anda yang tak pernah terpakai, bagaimana cara menghidupkannya kembali.

Pada tulisan sebelumnya, kami sudah membahas bagaimana atau tips menjaga warna kain batik agar tetap awet. Kali ini, bahasan tentang bagaimana mewarnai kain tekstil secara mandiri. Pewarnaan ini bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk memberi nyawa baru kepada pakain lama favorit anda, atau anda suatu saat ingin berkreasi sendiri dalam pewarnaan bahan dasar dari kerajinan scarf anda, berikut ini 5 tips dalam mewarnai tekstil sendiri.

5 Tips Mewarnai Kain Tekstil Sendiri

Pilah dan pilih bahan tekstil sebelum diwarnai

Langkah paling awal dari tahapan ini adalah pemilah pilihan bahan tekstil untuk diwarnai, pemilihan bahan kain tekstil. Mayoritas kain tekstil dapat menerima pewarnaan, termasuk beberapa jenis tekstil dari bahan sintetis. Dan ada juga bahan tekstil yang sama sekali tidak dapat menerima pewarnaan, sekeras apapun usaha kita dalam mewarnainya. Berikut adalah berbagai jenis kain tekstil dan berbagai material lain tersebut.

  • Katun 100%, linen, sutra, wol, rami
  • Sintetis seperti rayon dan nylon
  • Serat yang dicampur dengan kapas minimal 60% atau serat dyeable lainnya (campuran akan mewarnai merata tapi tidak akan mencapai warna yang sepenuhnya)
  • plastik berbasis nilon seperti yang ditemukan di kancing
  • Bahan-bahan alami seperti kayu, rotan, kertas, bulu dan gabus

Tapi ada kain dan bahan-bahan yang tidak akan menerima pewarna, seperti:

  • 100% polyester, acrylic, asetat, fiberglass, spandex dan serat logam
  • Kain dengan lapisan karet (seperti karpet)
  • Kain dengan sentuhan finishing khusus seperti penolak air
  • Kain dengan kerusakan karena pemutih atau pewarnaan yang berlebih
  • Kain berlabel dicuci hanya dalam air dingin atau “dry clean only”
  • plastik polietilen seperti cakram golf
  • plastik polikarbonat seperti frame kacamata

Pilih Pewarna yang Cocok

Selain tergantung pada merek pewarna, Anda juga harus memilih pewarna berdasarkan kandungan serat tekstil Anda. Seperti misalnya, iDye akan bekerja pada serat alami atau sintetis, tapi iDye memiliki formula tersendiri untuk kain alami dan poli (untuk paduan serat alami dan poli Anda dapat menggunakan kedua rumus bersama-sama). iDye juga memiliki pewarna yang tersedia khusus untuk item yang akan sering dicuci. Dan jangan lupa baca aturan pakai.

Atur Ruang Kerja

Persiapkan segala sesuatunya didekat anda, mulai dari lap, plastik hingga koran bekas di tempat yang mudah di jangkau dari lokasi pengerjaan pewarnaan agar dapat membersihkan kotoran tumpahan dengan segera. Serta bersiaplah untuk mencuci dengn bersih semua yang akan telewati oleh larutan pewarna, mulai dari ember, panci atau mesin cuci kecuali anda menginginkan semua perabotan anda memiliki warna yang serupa.

Alternatif lain adalah dengan menggunakan ember plastik atau pot stainless steel untukmen celup atau memanfaatkan wastafel yang terbuat dari stainless steel. Jangan mewarnai atau membilas dalam washtafel danporselen atau fiberglass karena mereka cenderung untuk meniggalkan noda.

Jadilah Kreatif

Jika anda hendak mewarnai tekstil lebih dari satu warna, biasanya yang terbaik adalah memulai dengan warna paling terang dan pindah ke yang paling gelap, Jangan takut untuk ber eksperimen.

Untuk warna lebih intens ketika pencelupan kain yang mengandung kapas, rayon, rami, dan linen, tambahkan garam 1 cangkir untuk pencelupan. Sedangkan untuk pencelupan nilon, sutra dan wol, tambahkan 1 cangkir cuka putih ke proses pencelupan. Jika memungkinkan tunda penambahan garam atau cuka sampai 5 menit setelah kain telah di celup. Penundaan akan membantu untuk meningkatkan tingkat warna pencelupan.

Perawatan setelah pewarnaan

Adalah ide yang baik untuk mencuci kain yang baru anda warnai sendiri hingga dua, tiga cucian. Dengan cara itu, kalau ada pewarna tersisa yang belum terlarut tidak akan merusak barang-barang lainnya ketika dicuci bersama (mengakibatkan kelunturan).

Itulah 5 tips mewarnai tekstil yang bisa anda lakukan sendiri dirumah. Saatnya menjadi pengusaha kerajinan yang kreatif dan bersama memajukan kerajinan Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

2 Responses

  1. Kak, tanya dong. Di jogja ada yang jual pewarna iretsu dan dylon, nah saya bingung perbedaan dari keduanya apa ya? Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: