CILACAP- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cilacap ikut andil dalam kegiatan pameran dalam rangka memeringati Hari Aksara tingkat Provinsi Jateng yang diselenggarakan di lapangan dokter hewan Soepardi, Sawitan, Magelang, 3-5 November 2016.

“Pameran tersebut digelar untuk memamerkan produkproduk hasil pendidikan non formal dari seluruh desa vokasi di Jateng.

Kegiatan tersebut diikuti 35 kabupaten/kota di Jateng, ditambah seluruh SMK yang ada di Kabupaten Magelang,” kata Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Informal (PAUD dan PNFI) Disdikpora, Paiman, Senin (7/11). Selama mengikuti pameran, lanjut Paiman, stan Disdikpora memamerkan berbagai macam hasil kerajinan buatan para perajin dari desa vokasi.

Seperti tas, topi dan produk kerajinan lain yang dibuat dari serat eceng gondok karya Kelompok Mugi Berkah, Desa Kawunganten, Kecamatan Kawunganten. Kemudian tas laptop yang dibuat dari sabutret buatan perajin dari Wanareja. Aneka macam kerajinan anyaman bambu buatan perajin di Nusawungu, seperti kap lampu, tempat baju kotor, tutup saji, dan yang lain.

Produk kerajinan bantalan leher buatan perajin di Maos, gula aren buatan perajin di Majenang, kerupuk tengiri buatan perajin di Kecamatan Selatan, gembus buatan perajin di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan dan produk yang lain. “Selama pameran berlangsung, di stand Disdikpora Cilacap diadakan pelatihan membatik yang dipandu oleh perajin batik di bawah binaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bunda Isna Auladana, Kecamatan Nusawungu.

Kades Kawunganten, Sarjono, produk yang paling laris dibeli pengunjung pameran adalah kerajinan tangan yang dibuat dari serat eceng gondok, terutama tas dan topi. Produk kerajinan tersebut dibuat Kelompok Mugi Berkah yang beranggotakan 20 perajin eceng gondok dari Kawunganten.

“Kami melihat langsung ketika para pengunjung membeli tas dan topi buatan kelompok pengrajin eceng gondok Kawunganten karena kami ikut berangkat ke Magelang. Harga produk kerajinan eceng gondok buatan pengrajin Kawunganten bervariasi antara Rp 50 ribu sampai Rp 80 ribu, tergantung besar kecil barang yang dibeli,” kata Sajono

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here