Dana Desa untuk Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi

Desa Wisata Indonesia

Dana Desa – Indonesia memiliki 74.957 desa di seluruh pelosok Indonesia. Ini belum ditambahkan nantinya kota maupun propinsi pemekaran yang baru. Desa merupakan ujung tombak ekonomi yang sebenarnya, karena di desa lebih banyak ada pembentukan generasi baru berada dibandingkan dengan kota.

Melalui dana desa yang disalurkan pada periode pertama Pemerintahan Presiden Joko Widodo, infrastruktur desa terbangun sehingga menambah kemajuan desa. Kebijakan dana desa yang hanya boleh dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan wisata berhasil membantu masyarakat desa, baik secara ekonomi maupun lapangan kerjanya.

Dalam tiga tahun sejak 2015 Alokasi Dana Desa terus menanjak signifikan. Dari Rp 20,67 trilyun atau sekitar Rp 280,3 juta perdesa pada 2015 hingga menjadi Rp 60 trilyun atau sekitar Rp 800,4 juta perdesa pada 2017. Dengan demikian bisa dikatakan secara teknis “janji” transfer Dana Desa mencapai 1 Miliar Per Desa telah diwujudkan.

Tantangannya kemudian adalah bagaimana Dana Desa yang jumlahnya cukup besar itu bisa benar-benar membantu mewujudkan terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat desa? Bukan sekedar menguap dan hanya memfasilitasi memfasilitasi infrastruktur semata tanpa menciptakan akselerasi ekonomi?.

Kita melihat banyak contoh desa-desa yang kemudian berhasil memanfaatkan dana desa dengan memberdayakan sumber daya alam serta manusia, desa-desa wisata pun banyak bermunculan. Namun keberhasilan ini masih belum banyak di tiru oleh mayoritas pengelola desa seantero Indonesia. Dibutuhkan sumber daya alam yang unggul untuk bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi menggunakan dana desa.

Dibutuhkan jalan yang sangat menantang dalam upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus membangun strategi percepatan ekonomi desa sehingga bisa menghapus kemiskinan dan ketimpangan desa. Data lapangan menunjukkan pada tahun 2015, tenaga kerja yang terserap sebagai akibat dari kontribusi dana desa berjumlah 1,7 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2016 tenaga kerja yang terserap sebagai akibat dari kontribusi Dana Desa berjumlah 3,9 juta jiwa. Dan pada tahun 2017, tenaga kerja yang terserap sebagai akibat dari kontribusi Dana Desa berjumlah 5 juta jiwa.

Memang tidak buruk, namun data tersebut adalah data dimana sumber daya manusia terjadi penyerapan untuk sementara waktu, belum menjadi keberlangsungan bagi sekian juta tenaga kerja yang ada di seputar desa. Oleh karenanya dibutuhkan pengembangan berkelanjutan seperti desa wisata dengan berbagai macam bentuk idenya, demi penyerapan lebih besar untuk tenaga kerja di desa-desa.

Pengembangan Desa Wisata

Dari pengembangan lokasi wisata di desa, pemerintah berharap upaya tersebut bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat. Dengan upaya itu, ke depan tingkat pendapatan dan sumbangan konsumsi masyarakat desa ke pertumbuhan ekonomi lebih terasa.

Pembangunan serta pengembangan desa yang memiliki potensi wisata baik dari alam, produk lokal maupun keunikan budaya dan adat didalamnya menjadi salah satu target demi tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat dalam bidang ekonomi. Terdapat dampak positif dalam pengembangan desa atau lokasi wisata di desa-desa ini.

Lapangan Kerja Baru

Munculnya pengembangan desa wisata tentu saja menyerap tenaga untuk pengelolaannya, sehingga terjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat desa. Mata pencaharian desa bisa bertambah selain pertanian atau peternakan. Dengan adanya pengembangan desa sebagai desa wisata ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal yang sudah ada.

Peningkatan SDM pun kemudian menjadi sangat penting demi mendukung pengembangan ekonomi melalui desa wisata ini. Secara tidak langsung peningkatan mutu SDM tentu akan mengikuti perkembangan ekonomi, namun perlu juga dibangun edukasi lebih lanjut agar makin memunculkan dampak positif bagi desa.

Ketika pengembangan desa wisata telah berjalan dengan baik, penyerapan tenaga kerja baru sebagai dampak positif ekonomi pengembangan desa wisata juga bisa menyasar desa-desa di sekitarnya.

Peningkatan Penjualan Produk Lokal

Hampir setiap daerah di Indonesia ini memiliki produk lokal dengan kearifannya masing-masing. Munculnya desa wisata di berbagai desa tentu saja ikut meningkatkan penjualan produk lokal milik warga setempat.

Selain itu, dampak positif ekonomi pengembangan desa wisata ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan akses untuk warga untuk melakukan penjualan ke luar daerahnya atau bahkan ke luar negeri sekalipun. Hal ini juga perlu didukung dengan branding yang kuat dari desa serta SDM yang mampu untuk memanajemen penjualan.

Peningkatan Pembangunan Infrastuktur Desa

Berkembangnya ekonomi desa melalui desa wisata dan produk lokalnya pun berimbas pada pembangunan infrastruktur desa yang meningkat. Pembangunan infrastruktur bisa menjangkau lokasi yang belum terbangun oleh pemerintah setempat, sehingga terjadi pemerataan infrastruktur.

Peningkatan pembangunan infrastruktur desa sebagai dampak positif ekonomi pengembangan desa wisata, selain untuk kepentingan wisata juga baik adanya apabila digunakan untuk kepentingan warga desa juga. Itulah mengapa sebaiknya desa wisata dikelola oleh SDM lokal atau warga desa sendiri agar tercipta kesejahteraan dari desa untuk desa.

Referensi:

Dana Desa untuk Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: