Ekspedisi Hadir Untuk Indonesia (HUI) Menyentuh Pariwisata dan UMKM

Ekspedisi Hadir Untuk Indonesia

Beberapa alumni Trisakti yang membentuk Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) semenjak pandemi melanda Indonesia. Gerakan awal ini dilakukan untuk membantu para terdampak pandemi secara langsung.

Setelah berjalan dan membesar, GSUI membentuk ekspedisi bertajuk “Hadir Untuk Indonesia”. Sesuai dengan namanya, maka kegiatan akan berlangsung melalui ekspedisi ke berbagai kota seluruh Indonesia.

Menyentuh Pariwisata dan UMKM

Muhanto Hatta, salah satu founder GSUI menyebutkan bahwa latar belakang diadakannya ekspedisi HUI 2020 ini karena GSUI merasa prihatin pada nasib para pelaku bisnis pariwisata domestik dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pendukungnya, yang meredup di tengah pandemi Covid-19.

Diatas kertas sebenarnya ekspedisi HUI 2020 ini ingin mengeksplor dari Sabang sampai Merauke. “””Namun karena waktu yang tidak berpihak kepada kita, akhirnya memilih ekspedisi skala kecil terlebih dulu di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” tambah Muhanto lagi.

Dalam pers konferens tanggal 1 oktober kemarin, Harry Koko selaku penggagas dalam gerakan ini menjelaskan bahwa bentuk kegiatan ekspedisi ini berupa safari perjalanan darat, kemudian mendatangi, menggali dan meliput serta memberitakan potensi unggulan dan surga tersembunyi di pulau pulau yang tersebar di Indonesia.

“Kegiatan ini akan kita mulai pada hari Senin (5 – 11/10/ 2020) depan. Kita memulai safari ke Kasepuhan Cirebon Kasepuhan Cipta Gelar, lalu berlanjut ke Cilacap, Sragen, Magelang dan Surakarta,” ungkap Harry Koko di Dermalounge Medical Spa, Jakarta.

Dari Sabang sampai Merauke

Rencana awal dari Ekspedisi Hadir untuk Indonesia ini meliputi semua daerah di Indonesia, dari sabang sampai Merauke. Ekspedisi ini dalam rangka mengeksplorasi tempat wisata dan hal lainnya.

Ketua Asparnas Indonesia, Ngadiman, mengatakan bahwa “Ini kegiatan yang positif. Pariwisata domestik dan UMKM harus kita bangkitkan dengan cara menghargai karya mereka dan membeli produknya. Ini cara kita membangkitkan kecintaan terhadap produk lokal dari segi kuliner, wisata, budaya dan sebagainya”.

  • Pada ekspedisi ini, Tim Perjalanan HUI yang dibentuk akan menyusuri sejumlah titik singgah yang penuh dengan kearifan lokal dan mewakili kriteria dasar yang ditentukan, diantaranya tentang:
  • Pembangunan Desa,
  • Ketahanan Nasional, (Mulai dari Ketahanan Pangan hingga Ketahanan sumber daya energy),
  • Peran BUMN & BUMD
  • Pendidikan Umum
  • Ekonomi Kerakyatan,
  • Sosial,
  • Budaya,
  • Tempat Bersejarah, hingga
  • Potensi pariwisata yang belum populer.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: