Beranda Ragam Guru Indonesia Dimasa Perjuangan

Guru Indonesia Dimasa Perjuangan

693
0

Guru Indonesia Dimasa Perjuangan dan Dimasa kini Mas Ngabehi Dwidjasewadjo (sekretaris 1 pengurus Besar Boedi Oetomo) bersama-sama dengan dua rekana nya sesama guru , Mas Karto Hadi Soebroto dan Mas Adidmijojo, membentuk organisasi di kalangan guru , yakni Perserikatan Guru Hindia Belanda(PGHB).

Kongres pertama nya di gelar di Magelang, 12 Febuari 1912. Di kongres ini ia kembali mencuatkan keinginan nya untuk mendirikan levensverzekering, dan disetujui secara aklamasi oleh peserta kongres.kongres Pghb 1912 Organisasi ini bersifat Unitaristik yang anggota nya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Pemilik Sekolah.Dengan latar belakang Pendidikan yang berbeda-beda meraka umum nya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadan itu maka di samping PGHB berkembang pula Organisasi Guru Bercorak Keagamaan, Kebangsaan, dan lain-lain.

Kesadaran Kebangsaan dan semangat Perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para Guru Pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasil nya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalau dijabat oleh orang Belanda, satu per satu telah pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkorbar dan memucak pada kesadaran dan Cita-Cita kesadaran . Perjuangan Guru tidak lagi perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda , tetapi telah memucak menjadi Perjuangan Nasional dengan teriak “MERDEKA”.Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru  Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). perubahan ini mengejutkan Pemerintahan Belanda , karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda , dan sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh Guru dan Bangsa Indonesia . pada zaman penduduk Jepang segala organisasi dilarang, Sekolah di tutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat melakukan aktivitas.Bagaimana dengan peran guru pada masa sekarang ini ? mari kita simak sair lagu berikut ini “Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru ,namamu akan selalu hidup dalam sanubariku ,semua Baktimu akan ku ukir di dalam hatiku ,sebagai prasassti terima kasihku tuk pengabdianmu ,Engkau sebagai pelita dalam kegelapan,Engkau laksana Embun penyejuk dalam kehausan , Engkau patriot Pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. Siapa yang tak kenal dengan syair lagu Himne Guru berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa .selamat-2

Sartono Himnne Guru Indonesia mengikuti sayembara menciptakan lagu Himne Guru dari secarik koran di bis.Selama 24 tahun tetap setia menjadi Guru Honorer di SMP Swasta .Penghargaannya kebanyakan piagam saja. Istilah”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”bahkan kemudian menjadi ikon yang disematkan kepada guru. Siapa sangka bila”Samg Pahlawan” yang tanpa tanda jasa itu sejatinya dialama oleh sin pencipta lagu Himne Guru itu. Laki-laki asal Madiun yang genap berusia 72 tahun, 28 Mei ,tinggal dirumah yang sanat sederhana di jalan Halamahera 98, Madiun . Beliau mengajar musik di SMP Purna Karya Bhakti Madiun pada 1978,hingga “Pensiun”pada tahun 2000. Walaupun pada sayembara Himne Guru hanya menjadi juara harapan 1 , tapi justru lagu itu yang sangat sering dinyanikan selama hampir 20 tahun ini. Kesuksesan beliau tak berpengaruh banyak , bahkan saat beliau Pensiun beliau masih tetap menjadi Guru Honorer dantidak mendapatkan pesangon, tetapi beliau tidak pernah mengeluh saat tidak mendapatkan pesangon. Semakin usai beliau bertambah tua, semakin beliau bijaksana . Beliau kembali mengajar Seni Musik di sebuah di SMP Madiun, walaupun beliau tidak disebut sebagai PNS. Beliau legowo,nrima ing pandum, beliau sudah ikhlas dengan apapun yang beliau dapatkan. Belajar dari sosok beliau ,adalah sosok Guru yang ikhlas. Guru sendiri adalah ujung tombak untuk membangun penerus yang akan menentukan masa depan suatu Bangsa. Karenanya itu persoalan itu persoalan guru adalah persoalan masa depan sebuah bangsa.

Pada tanggal 21September-5 Oktober 1966 diselenggarakannya konfrensi antar Pemerintah Paris yang dihadiri oleh wakil dari 76 negara anggota UNESCO termasuk Indonesia dan 35 organisasi Internasional. Konfrensi tersebut menghasilkan rekomondasi tentang sttus Guru yang dikenal dengan ILO/UNESCO,Rekommondations Concerning The Sttus Of Teachers. Isi rekomondasi tersebut diantaranya menekankan pada Profesionalisme dan kesejahteraan Guru khususnya di Negara-negara berkembang . Guru dituntut untuk meningkatkan profesionallisme sementara guru pun menuntut balik akan peningkatan kesejahteraannya.,ini adalah suatu hal yang logis. Karena bagaimanapun profesionalitas harus ditopang dengan tingkat kesejahteraan dan memenuhi unsur Well educated ,Well trained, Well paid. Dimata masyarakat profesionalisme guru belum begitu diakui sebagaimana profesi lainnya seperti Dokter, atau pun Pengacara . Ini terjadi akibat Pemerintahan sendiri dalam bidang Pendidikan yang tidak mempunyai konsep dan arah yang jelas serta berkesinambungan .

Seseorang yang tidak belajar Ilmu Pendidikan (Pedadogis) ,asalkan mau mengajar dapat saja menjadi Guru. Banyak diantara Guru yang tidak mencintai profesinya secara total dan tulus, karena pada umumnya mereka memilih profesi Guru adalah merupakan pilihan kedua ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Padahal Guru menurut UU No.14 Tahun 2005 adalah pekerjaan profesional yakni pekerjaan atau kegiatan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian ,kemahiranatau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi, lebih lanjut dalam pasal 7 Undang-undang tersebut dijelaskan beberapa prinsip profesionalisat meliputi : Memiliki Bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme ,memiliki komitmen untuk meningkatkan  mutu Pendidikan, Keimanan, Ketakwaan dan Akhlak mulia memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas, memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas. Memperoleh penghasilan yang secara berkelanjut dengan belajar sepanjang hayat , memiliki jaminan perlindungan hukuman dalam melaksanakn tugas ke profesionalisme dan memiliki organisasi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalisme guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here