A Friyana Wiradikarta seorang pengrajin pisau dari Kota Bogor ini berhasil memasarkan produk kerajinannya hingga ke luar negeri. Lebih inspiratif lagi, pembuatan pisaunya tersebut masih menggunakan cara manual alias alat seadanya.

Dikutip dari Hallobogor, Kang Friyana (begitu biasa dipanggil) mengungkapkan bahwa pembuatan kerajinan pisau ini berawal dari kegiatannya sebagai seorang surveyor di kegiatan Outdoor dalam pendakian gunung. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kegemaran mengkoleksi berbagai macam pisau.

“Karena sudah menjadi kebutuhan dalam profesi di lapangan, membuat saya suka mengoleksi pisau. Dari situlah terpikir ide untuk coba membuat pisau sendiri. Kebetulan saya punya basic dalam membuat desain,” ujar Akang Friyana yang juga hobi pada dunia fotografi.

Friyana mencoba untuk membuat desain pisau sendiri dan membuatnya, kemudian dia publikasikan melalui media sosial yang ternyata menarik minat dari banyak teman-teman di sosial medianya dan mencobanya memesan pisau kepadanya.

Pisau Bowie

“Lewat sosial media tadi banyak permintaan dari teman-teman saya untuk dibuatkan pisau. Berawal dari permintaan tersebut di awal tahun 2015, saya mulai menjalankan usaha pembuatan pisau ini dengan nama label AFW Knife,” ungkapnya seperti dikutip dari Hallobogor.com.

Adalah A Friyana Wiradikarta warga asal Jalan Bojong Pesantren RT 01/03, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Ditemui Hallobogor.com di kediamannya, kang Friyana mencurahkan ide serta keahliannya dalam membuat berbagai macam model pisau.

Menurut Akang Friyana, pisau-pisau yang dibuatnya lebih dominan untuk kegiatan outdoor terutama adventure seperti ke gunung maupun surveyor.

Pisau Tracker

“Setiap pisau yang saya buat modelnya berbeda-beda begitupun dengan dimensinya. Semua tergantung keinginan pemesan. Bahkan tidak hanya membuat pisau untuk aktifitas diluar, ternyata banyak juga yang meminta saya untuk membuatkan pisau dapur. Pesanan lebih banyak adventure outdoor,” jelas kang Friyana.

Proses pembuatan pisau yang masih manual membuat waktunya banyak tersita dalam pengerjaan, sehingga belakangan Akang Friyana lebih fokus untuk memperkenalkan hasil kerajinannya dalam membuat pisau. Pisau-pisau ini dikerjakan melalui proses tempa namun ada juga yang langsung dari lempengan yang sebelumnya sudah di gambar. Lama pembuatan biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu tergantung dari model, dimensi dan ketersediaan bahan.

“Semua saya kerjakan sendiri dari mulai tempa sampai membuat sarungnya. Sarungnya sendiri memakai kulit sapi asli yang dijahit atau menggunakan kayu berjenis sono keling. Untuk gagangnya ada yang memakai tulang ada juga yang memakai kayu,” katanya.

“Kata orang, keunggulan pisau buatan saya ini kuat, simple dan elegan. Karena itu saya beri motto untuk produk saya “simple knives for outdoor activity”, lanjut Kang Friyana.

Sementara untuk pemasaran sendiri, dikatakan Priyana, saat ini dibantu sang istri Evi. Pisau-pisau ini dipromosikan melalui sosmed. Kebanyakan pesanannya itu masih satuan yang sifatnya untuk sovenir atau pajangan. Juga tidak luput untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pameran di berbagai kota dengan target mengenalkan produknya terlebih dahulu.

“Sekalipun masih satuan, namun produk saya telah tersebar di jabodetabek hingga Sulawesi. Sedangkan di luar Indonesia, ada yang memesan dari Swedia, Thailand, London, Korea, dan Brunei,” ucap kang Friyana.

Untuk menghubungi dan memesan pisau Kang Friyana silahkan masuk di halaman Direktori Bisnis.

Disadur dari HalloBogor.com. Foto Slide oleh Andy – HalloBogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here