4 Jenis Kain Sutera yang Ada di Dunia

Ulat Sutra Murbei

Kain sutera, sebuah kain yang memiliki harga tinggi sejak jaman dahulu kala ini merupakan salah satu komoditas dalam dunia bisnis dan fashion dunia yang paling berharga. Ada berbagai hal dari kain ini yang menarik, mulai dari kilau naturalnya, memiliki kecenderungan akan warna yang kaya, daya serap tinggi, ringan tapi kuat setara benang baja, penghantar panas yang buruk, sehingga membuat pemakainya tetap merasa dingin di kala panas dan menjaga tetap hangat di kala dingin. Kampoong.com ingin sedikit membahas tentang jenis-jenis kain sutera berdasarkan ulatnya.

Sutera sendiri adalah serat protein alami, sebuah bentuk materi yang dapat di tenun menjadi kain. Ada 4 jenis kain sutera di dunia yang umum kita temukan di produksi dan di kenakan dalam wilayah komersial, dimana diantara berbagai jenis tersebut, sutera dari ulat murbei adalah dianggap sebagai yang paling penting dan berkontribusi pada hingga 90% sutra di dunia, sehingga kata sutera sendiri hampir sinonim dengan sutera dari ulat murbei. 3 jenis kain sutera yang lainnya adalah sutra non murbei, yaitu sutera eri, sutera tassar dan sutera muga, dan berbagai tipe seperti sutera anaphe, sutera fagara, sutera coan, sutera remis dan sutera laba laba, dimana bahannya rata rata didapat langsung dari alam di wilayah Afrika dan Asia.

Kain sutera digunakan untuk kerajinan batik atau pun pakaian kelas sosial menengah ke atas. Dikarenakan pembuatan bahan kainnya yang memang sulit sehingga harganya pun tidak bisa semurah pakaian-pakaian yang dibuat dari kain sintetis.

Jenis Kain Ulat Sutera

Mari kita bedah apa saja jenis kain sutera yang ada di dunia dan telah di produksi secara komersial tersebut.

Sutera Ulat Murbei

Sebagian besar produksi sutera di dunia adalah di produksi dari jenis sutra ini,sutra yang di hasilkan dari ulat sutera atau ulat murbei, Bombyx mori L. Ulat tersebut merupakan ulat yang di ternakkan dan biasanya di kembang biakkan di dalam ruangan, nama ulat murbei di dapat dari jenis makanan dia yang hanya di beri makan dengan daun dari pohon murbei.

Sutera Tasar

Ulat Tasar yang menghasilkan sutera tasar ini adalah ulat liar dari genus Antheraea. Dalam jenis ini sendiri saja ada banyak jenis ulat tasar yang terlibat, seperti Antherae pernyi Guerin dari China yang merupakan penghasil sutera nomer dua setelah ulat murbei. Disusul kemudian oleh ulat jenis Antheraea mylitte Dury dari India dan Antheraea yamamai Querin yang merupakan khas dari Jepang dan memiliki benang sutera yang berwarna hijau.

Sutera Eri

Sutera eri sendiri adalah jenis sutera yang di hasilkan baik oleh spesies Samia ricini dan Philosamia Ricini. Philosamia Ricini adalah ulat yang di ternak dalam pabrik penghasil minyak castor yang memproduksi sutera berwarna putih atau merah bata yang populer dengan nama sutera Eri. Karena filamen yang di gunakan untuk membuat kepompongnya tidak terus menyambung dan juga tak seragam dalam ketebalannya maka kepompong mereka tak dapat di gulung. Jadi sang ngengat di biarkan keluar menembus kepompong dan barulah kepompongnya di pergunakan untuk bahan sutera.

Ulat Sutera Eri

Sutera Muga

Ulat sutera muga (Antheraea assamensis) sebenarnya juga termasuk ke dalam genus ulat tasar, tetapi menghasilkan jenis benang yang tidak biasa, yaitu berwarna kuning emas, sangat menarik dan kuat. Jenis ini diketahui hanya terdapat di wilayah Assam, India dan di beri makan dedaunan dari jenis Persea bombycina dan Litsaea monopetala.

Ulat Sutera Muga
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: