Kain Endek Sebagai Identitas Budaya Bali

Pada jaman dahulu, keterampilan adalah hal yang harus dimiliki oleh warga Bali, terutama adalah keterampilan dalam mengembangkan karya seni. Seperti halnya kerajinan kain tenun Rangrang di Nusa Penida, pulau Bali juga memiliki kerajinan kain tenun yang disebut Kain Endek.

Kerajinan kain tenun dianggap bukan hanya menjadi hal yang lumrah di Bali karena dianggap adalah sebuah bentuk identitas dan artefak Budaya. Kain Endek meski telah ada sejak abad 18, namun perkembangannya baru mulai terasa sejak era Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada era 80-an. Asal muasal dari kain Endek adalah di Gelgel Klungkung pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong, yang berkembang di daerah sekitar Klungkung khususnya di Desa Sulang.

Sebagai produk artefak dan identitas budaya, kain Endek biasa digunakan oleh masyarakat Bali saat melakukan berbagai ritual Adat di Pura. Pada awalnya, sekitar abad 18-19 kain Endek merupakan simbol status, seperti halnya kain songket Bali, kain Endek juga hanya dikenakan oleh para bangsawan dan orang berada pada masanya.

Seiring waktu kain endek mulai mengikuti transformasi aliran waktu yang semakin modern, hal ini dikarenakan semakin banyaknya peminat dan dibutuhkannya kreatifitas pengrajin untuk memenuhi permintaan kain Endek sebagai buah tangan. Berbagai motif baru pun diciptakan, tidak hanya terpaku pada motif dasar awal yang di dapat dari penggambaran Flora, fauna, makhluk mitologi dalam Budaya Bali.

Teknik tenun ikat yang ada pun semakin berkembang dan juga di implementasikan dalam proses pembuatan kain Endek, seperti penambahan coletan pada kain tenun di bagian bagian tertentu yang disebut juga teknik Nyantri. Teknik nyantri yaitu sebuah teknik penambahan warna pada kain Endek menggunakan kuas Bambu selayaknya melukis diatas kain.

Pada dasarnya, kain endek dibagi kedalam 2 bentuk, yaitu bentuk sarung yang biasa digunakan oleh laki laki dan bentuk kain panjang yang biasa digunakan oleh perempuan. Pada kain sarung endek memiliki sambungan pada bagian tengah atau samping, sedang ciri khas kain panjang adalah memiliki motif hias ikat yang berada di bagian pinggir kain dimana bagian tengah tetap dibiarkan polos.

Kain endek juga dapat di padu padankan dengan kain songket. Kain songket Bali adalah jenis kain yang memiliki hiasan benang emas atau benang perak, dimana teknik hiasan ini juga dapat di aplikasikan pada kain Endek. Untuk kain Endek yang mendapat hiasan benang emas atau perak di bagian pinggir kain biasa disebut kain Endek Songket.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

3 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: