Kisah Kerajinan Miniatur Kendaraan Ceper yang Mencoba Bertahan

Miniatur Kendaraan Kayu

Desa Tegal Duwur adalah sebuah dusun yang terletak di wilayah administratif Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten yang berjarak kurang lebih 7 Kilometer dari pusat Kota kabupaten tersebut. Desa ini di kenal sebagai penghasil kerajinan tangan berupa kerajinan miniatur kendaraan dari limbah kayu bekas pembuatan Meubel. Hasil karya kerajinan dari desa Tersebut dapat kita temukan dengan mudah di wilayah wisata sekitar Jawa Tengah.

Kerajinan kayu limbah meubel berbentuk miniatur mobil mobilan ini menurut cerita berawal pada medio tahun 90 an, dimana lambat laun jumlah pengrajin kerajinan miniatur kendaraan di desa tersebut semakin bertambah setiap tahunnya. Meski sempat tergoncang akibat tragedi Bom Bali, dimana Bali adalah merupakan daerah tujuan kerajinan terbesar dari para pengrajin miniatur kendaraan Klaten tersebut.

Inovasi Kerajinan Limbah Mebel

Sebenarnya masyarakat kita sangat kreatif dan inovatif, terbukti dari hanya sebuah limbah kayu mebel yang dahulu hanya dijadikan kayu bakar melalui tangan-tangan terampil ini bisa dirubah menjadi sebuah cinderamata berupa souvenir kerajinan kayu antik miniatur kendaraan.

Sebelum itu perkembangan usaha kerajinan di Dusun ini sangat berkembang, banyak berdiri pengrajin-pengrajin baru hal ini bermanfaat sekali terciptanya lapangan pekerjaan untuk pemuda-pemuda sehingga mengurangi pengangguran. Banyaknya pengrajin dan persaingan usaha yang tidak sehat membuat perkembangan usaha di Dusun Tegal Duwur mengalami kemunduran.

Masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi diantaranya semakin sulit dan bertambah mahalnya bahan baku sementara harga jual produksi yang rendah. Sehingga hal tersebut mempengaruhi upah pekerja sehingga banyak yang beralih pekerjaan lain dan para pengusaha juga banyak yang gulung tikar. Hingga pada 2013 Para pengrajin kerajinan minatur mobil yang masih bertahan hanya mampu digarap sendiri tanpa mempunyai karyawan dan nilai jual produk juga masih rendah sementara harga bahan baku terus mengalami kenaikan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: