Lakuer Palembang, Sebuah Kerajinan Budaya Asia

Jika kita mengunjungi rumah orang Palembang, kita biasanya akan melihat perabotan atau furniture yang terbuat dari kayu, kebanyakan memiliki warna dasar merah, hitam dan juga kuning emas. Biasanya juga memiliki tambahan hiasan sulur daun atau juga hiasan berbentuk fauna. Perabotan tersebut dinamakan Lakuer oleh orang palembang.

Lakuer sendiri adalah nama kerajinan tangan yang terbuat dari bahan damar, dimana bahannya dihasilkan dari sejenis serangga bernama laccifer lacca . hewan tersebut biasa bertinggal di pohon yang di seut oleh orang Palembang pohon Kemalo. Pohon ini banyak tumbuh di Jepang, Tiongkok dan wilayah pegunungan Himalaya. Di Jepang sendiri menyadap damar dari pohonnya sekali per 10 tahun.

Lakuer dikenal pertama kali di Tiongkok pada masa dinasti Ming (1368-1643 M), meski pada perkembangannya justru Jepang lah yang memproduksi Lakuer secara besar besaran. Lakuer yang pada awalnya digunakan untuk menulis pada batang bambu, pada masa dinasti Chou (1027-256 M) pengaplikasian lakuer menjadi lebih luas, mulai dari tempat makanan hingga untuk menghias tandu dan membuat kereta kecil.

Lakuer diproses menggunakan mesin bubut untuk membuat sebongkah kayu menjadi bentuk silinder, sedang untuk bentuk kubus cukup dibentuk menggunakan bilah papan, tidak diperlukan proses pembubutan. Permukaanya dihaluskan dengan kain amplas, diberi warna dasar, dijemur. Jika ada bagian yang berlubang maka diatasi dengan cara di dempul dan kembali di ampelas. Selanjutnya di beri lukisan, pda umumnya lukisannya bermotif flora dan fauna.

Bentuk yang telah jadi biasanya di beri warna merah, baik merah kesumba maupun merah darah, warna hitam dan warna kuning emas. Setelah melalui proses pewarnaan dan di beri bal agar berkilau, Lakuer diberi cairan vernis untuk coating agar warnanya tahan lama dan cemerlang, kemudian di jemur kembali

Untuk membuat sebuah lemari khas Palembang, pengrajin rata rata memerlukan waktu sekitar 20 hari, mulai dari pembentukan, mengukir daun pintu dan mahkota (bagian atas lemari), hingga menggambar sampai menghaluskan. Kayu terbaik untuk bahan baku pembuatannya adalah kayu mahoni.

orang orang mulai mengenal bahwa Lakuer juga diproduksi di Indonesia, khususnya pada tahun 1980-an. Meski Lakuer di pasaran internasional saat ini mayoritas dikuasai Jepang dan Thailand, Lakuer buatan Palembang bisa menembus pasaran internasional karena produksi dari Palembang itu mempunyai ciri khas.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: