Produk Kerajinan Kayu Pandeglang Banyak Diminati Wisatawan

Badak dari Kerajinan Kayu

Memang tiada henti para pengrajin di Indonesia memberikan kejutan dengan karya-karyanya yang dahsyat. Limbah-limbah kayu yang bagi sebagian orang tiada harganya, diubah menjadi produk kerajinan kayu dengan nilai rupiah yang tinggi.

Masyarakat di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon mulai memproduksi patung badak bercula satu tersebut sejak tahun 1995. Sejak saat itu, wisatawan dan pengunjung taman nasional itu bisa membawa pulang kenang-kenangan dari Ujung Kulon berwujud pahatan patung badak Jawa. Selain mengasah rasa seni, kegiatan ini memberikan penghasilan tambahan bagi mereka dan mengalihkan mereka dari kegiatan merambah hutan.

Kelompok pengrajin di desa Ujung Jaya dan Cibadak bekerjasama untuk memenuhi permintaan pasar akan produk pahatan patung badak. Untuk memastikan kegiatan produksi tersebut tidak merusak kawasan konservasi, maka para pengrajin menggunakan kayu sisa tebangan yang didapat dari Perum Perhutani dan masyarakat setempat.

Salah satu pengrajin yaitu Bapak Endang (41 tahun), seorang pemahat di Pandeglang, Banten. Mengubah kayu yang biasa dijadikan kayu bakar, menjadi kerajinan tangan seperti cinderamata, patung dan produk kerajinan lainnya. Ketrampilan tangannya berhasil mengubah kayu yang tidak bernilai menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Hasil produk kerajinan kayu berhasil menarik minat banyak wisatawan, baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Salah satu produk kerajinan kayunya seperti patung badak bercula satu, yang juga merupakan ikon dari Kabupaten Pandeglang, Banten. Seperti kita tahu, badak bercula satu berasal dari daerah Ujung Kulon di Pandeglang.

Patung Badak yang menjadi kebanggaan masyarakat Pandeglang ini menjadi cinderamata paling digemari para pengunjung yang singgah ke tempat Pak Endang di Kampung Legon, Desa Suka Ramai, Kecamatan Carita, Pendeglang.

Wisatawan asing dari Australia dan Italia juga menyukai produk kerajinan kayu milik Pak Endang ini.

“Daripada hanya jadi kayu bakar, lebih baik diolah jadi souvenir,” kata Endang di Pandeglang, Banten.

Selama sepuluh tahun menjalankan bisnis produk kerajinan kayu ini, beberapa kali Endang mengalami pasang surut dalam menjalankan bisnisnya. Apalagi saat ekonomi sedang lesu, bisnis kerajinan kayunya pun ikut menjadi lesu.

Dalam mengolah limbah kerajinan kayunya, Endang mengajak tetangga sekitar untuk ikut memproduksi. Terutama para ibu-ibu. Dengan ini ada tambahan ekonomi bagi keluarga para warga yang ikut membuat produk kerajinan kayu tersebut. Juga tidak ketinggalan, anak-anak muda yang membutuhkan pengalaman dan kerja dikaryakannya.

Harga penjualan kerajinan patung kayu di tempat Endang ini dibanderol dari mula 100 ribu rupiah hingga jutaan rupiah per buahnya.

Produk Kerajinan Kayu Pandeglang Banyak Diminati Wisatawan
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: