Sukses Usaha Kuliner dan Kerajinan dengan Ketekunan

“Jangan takut mencoba, teruslah berusaha”  Itulah motto hidup Wiwik Susanti. Sejak muda Wiwik tidak takut gagal dan selalu mencoba hal-hal baru. Saat ini, wanita kelahiran Malang 1977 sukses menggeluti usaha kuliner dan kerajinan beromzet puluhan juta.

Sejak remaja, Wiwik selalu berusaha mandiri. Uang kuliah dan uang kos dia dapat dari jeri payahnya bekerja sebagai kasir di restoran waktu itu.

Mulai dari berjualan baju, nugget, tas pernah dilakoninya. Barulah setelah menikah, Wiwik dan suaminya memberanikan membuka usaha kuliner bakso dan mie ayam.

“Lagipula saya sekeluarga memang doyan mie,” tukas alumni Universitas Merdeka Malang ini.

Beranjak Ke Bisnis Kerajinan

Perjuangan membuka warung mie ayam juga tidak gampang. Ia tekun belajar cara memasak mie ayam kepada pedagang mie ayam di kawasan Jakarta waktu itu.

Kini Wiwik yang juga ketua komunitas peduli kanker Malang ini punya warung mie ayam sendiri dan sukses memanjakan lidah masyarakat pecinta mie.

Selain itu, Wiwik sedang tekun menggeluti bidang kerajinan Floating Cup. Kerajinannya menarik dan banjir orderan. Dalam sebulan Wiwik mengantongi omzet Rp 30 Juta-an

 

Sumber : http://malangvoice.com

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: