Tajug Gede Cilodong, Wisata Religi di Purwakarta

Tajug Gede

Apa itu Tajug Gede Cilodong? Sebuah tempat menarik yang didesain sebagai tujuan wisata bagi orang-orang Purwakarta pada khususnya dan kota sekitar pada umumnya. Biasanya, orang hanya mengetahui Sri Baduga sebagai destinasi wisata di Purwakarta.

Namun kini Tajug Gede yang terletak di daerah Cilodong, dekat Cikampek, muncul dan dibangun oleh Pemerintah Daerah Purwakarta sebagai salah satu destinasi wisata lain yang layak dikunjungi. Ini keren, kalau kamu menuju Bandung atau sepulang dari Bandung, bisa mampir ke Tajug Gede karena lokasinya dekat dengan pintu tol.

Destinasi wisata Tajug Gede ini memiliki konsep religi, dimana Tajug artinya masjid dan Gede artinya besar menjadi simbol lokasi yang dibangun megah. Di seputar masjid dibangun taman-taman indah, air mancur hingga tempat kuliner yang ke semuanya diberi nama khas Sunda.

Tajug Gede Cilodong

Masjid ini diberi nama dalam bahasa Sunda yakni Tajug Gede bukan dalam bahasa arab karena ingin memberi nuansa asli Sunda. Tajug Gede artinya Masjid Besar dan Cilodong adalah nama tempatnya.

Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare itu memiliki arsitektur yang mirip dengan masjid para Wali Songo. Masjid tersebut berada di tengah lahan puluhan hektar sehingga memiliki halaman yang sangat luas. Dari jauh, Tajug Gede Cilodong tampak megah dengan diapit tiga menara tinggi. Ketika melihat ke dalam, nuansa tradisional dari masjid itu terasa begitu kental. Tak terlihat ada kaca di dalam masjid itu. Semua jendela ditutup ukiran kayu jati motif bunga yang meninggalkan banyak lubang.

Jendela-jendela ini berfungsi sebagai ventilasi, ini membuat suasana di Tajug Gede tetap sejuk meski cuaca di luar sedang panas. Kendati mengusung konsep Sunda tradisional, namun teknologi modern tetap dipakai di masjid itu. Misalnya, lampu-lampu berbentuk segi empat dipasang di langit-langit masjid dalam jumlah banyak. Di sisi jendela dan pintu juga dipasang lampu dengan desain kap tradisional.

Masjid ini juga dilengkapi karpet beludru yang cukup tebal dan empuk. Karpet ini menutupi seluruh lantai dalam masjid. Karpet itu memberi kenyamanan bagi jemaah yang melaksanakan shalat. Selain itu, di karpet membentang kain merah putih untuk alas sujud. Warna merah putih itu tentu saja merupakan simbol bendera merah putih. Filosofinya adalah bahwa orang tetap menjalankan ibadah kepada Allah Swt tetapi tidak melupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Air Mancur dan Taman

Tajug Gede Cilodong ini memiliki air mancur yang akan muncul 3 kali dalam seminggu. Kemunculan air mancur ini biasanya di tiap Kamis malam, Jumat malam dan Sabtu malam. Air mancur ini memiliki pencahayaan warna warni sehingga ketika muncul semakin menambah keindahannya.

Pada pengunjung dipersilahkan menikmati air mancur serta berfoto ria di dalam kawasan Tajug Gede secara gratis. Taman-taman ini di desain untuk berswa foto, dan pengunjung bisa sepuasnya menikmatinya. Pihak Tajug Gede hanya menerapkan biaya parkir sebagai bagian infaq untuk pengelolaan masjid.

Kuliner Tajug Gede

Pengunjung juga bisa menikmati suguhan kuliner dari pedagang-pedagang sekitar Tajug Gede yang diberikan tempat oleh pengelola, dari mulai kopi tajug hingga sate khas Purwakarta yakni sate maranggi.

Akses ke Tajug Gede

Bila kamu ingin mampir atau menuju langsung ke Tajug Gede Cilodong dari Jakarta, maka bisa keluar di pintu tol Cikampek. Selanjutnya ambil arah ke kanan dan sekitar 1 km di sebelah kiri jalan ada masjid besar dengan 3 tiang menara yang tinggi, itulah Tajug Gede Cilodong. Tajug Gede ini terletak di Jalan Raya Bungursari Purwakarta.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: