Tolu Sebagai Peneduh dan Dekorasi Indah Dalam Rumah

Kerajinan Tolu

Banyak dari kita yang sudah tidak mengenal produk-produk tradisional, seperti kerajinan Tolu dari Sulawesi Utara. Dahulu kebanyakan masyarakat Minahasa, memakainya sebagai penutup kepala. Tolu, adalah topi datar dengan tepi yang sangat lebar, dan runcing di bagian tengah.

Sehingga dapat berfungsi seperti payung,yang cocok untuk menyalurkan air hujan. Umumnya tolu terbuat dari daun silar, sejenis palem Kipas yang menjulang tinggi dan biasanya diwarnai dengan getah akar suatu pohon, yang dimasak terlebih dahulu.

Selain dari daun silar, ada juga tolu yang dibuat dari batang padi. Jika terkena matahari, warna kuning emas kerajinan ini akan terlihat mengkilap. Kerajinan tersebut biasanya dipakai untuk kegiatan bertani dan untuk tarian adat minahasa. Kendati memakai tolu merupakan kebiasaan, namun tutup kepala ini tidak dipakai jika masyarakat sedang menjunjung sesuatu di kepala. Waktu itu, masyarakat Minahasa, khususnya wanita, terbiasa menjunjung beras, sayur dan buah-buahan dengan loto (bakul) di atas kepala.

Pembuatan kerajinan Tolu tidak terlalu sulit, karena hanya menggunakan alat sederhana seperti pisau, gergaji, dan parang. Dengan ketersediaan bahan baku yang cukup banyak, maka banyak produk yang sudah dihasilkan dan dibawa turis hingga keluar negeri

Sekarang kerajinan Tolu bukan hanya berfungsi sebagai topi tetapi juga dapat digunakan untuk dekorasi rumah. Anda bisa menggantungkannya di dinding rumah anda, agar nuansa pedesaan dapat lebih terasa di rumah anda dan juga dapat dikombinasikan dengan meletakan aneka macam tanaman kesukaan anda sehingga membuat anda merasa lebih nyaman seperti berasa di pedesaan yang tidak bising dengan hiruk pikuk suasana perkotaan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: